August 19, 2018
 Posted by pulkamfest
0

Pulkamfest Jadi Ruang Silaturahmi Seniman

BELASAN muda-mudi duduk bersimpuh di atas tikar menanti saat berbuka puasa. Mereka mendengarkan siraman rohani dari gitaris jazz muda Banyumas, Dimas Wicak. Sabtu (26/5) sore itu, pegiat komunitas Pulang Kampung Festival (Pulkamfest) mengumpulkan sejumlah karya dari 12 pelaku seni untuk dipajang pada pameran Manunggaling Kawula Muda di Jegos Gallery, Desa Kebasen, Kecamatan Kebasen, Banyumas selama sepekan.

Karya yang terkumpul mulai dari lukisan wajah, sketsa, hand lettering, puisi, sastra, wayang sampai fotografi. Seluruh karya seni itu memenuhi dinding salah satu sudut rumah yang tak luas, lebih mirip sebuah garasi kendaraan roda empat. Namun cukup untuk memanjakan mata yang melihat- lihat hasil kreasi seniman muda se- Kecamatan Kebasen ini.

“Galeri ini menjadi ruang silaturahmi pelaku seni pinggiran. Bisa untuk pameran, diskusi maupun workshop,” ujar Budi Haryanto, pengelola Jegos Gallery.

Menurut dia, galeri ini sengaja dibuka agar dijadikan ruang berkumpul, bertukar pikiran, mengenalkan produk, sekaligus bertransaksi antar komunitas kreatif lintas seni dan budaya di wilayah Banyumas dan sekitarnya. Lokasi ruang kreatif di desa ini dipilih sebagai bentuk kampanye untuk mengangkat kreatifitas pemuda.

Budi mengatakan, desa tidak lagi identik dengan keterbelakangan dan kota dengan kemajuan. Pelaku seni di desa juga berani mengenalkan dan memasarkan idenya. “Ide ruang ini sederhana. Selain untuk memasarkan produk dari Jegos Studio, saya juga mengundang pelaku seni, kelompok komunitas boleh menggelar kegiatan di sini.

Siapapun boleh datang. Siapa tahu semakin memperkaya munculnya ide kreatif,” katanya. Selepas berpidato, Budi meminta Dimas Wicak memainkan sejumlah nomor instrumental. Tak terasa, tiga buah lagu instrumental yang dimainkan Dimas Wicak mampu menjadi pelepas dahaga sebelum berbuka puasa.(Nugroho Pandhu Sukmono-60)

Tinggalkan pesan

Harap menunggu......