August 20, 2018
 Posted by pulkamfest
0

Pulkamfest 2017, cara warga Banyumas promosikan produk kreatif desa

Merdeka.com – Mengambil tajuk Pulang Kampung Festival (Pulkamfest) 2017, sejumlah pegiat komunitas kreatif di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas ingin mengubah pandangan klise desa yang diasumsikan terbelakang, terpencil dan jumud.

Bertempat di lokasi wisata Watu Meja, Bukit Badar desa Tumiyang pada Minggu (27/8), berbagai produk-produk kreatif dari warga desa diperkenalkan agar mendapat apresiasi lebih luas.

Produk-produk tersebut meliputi cukil kayu, lukisan, home decor, rancangan interior sampai fotografi. Berbagai pendekatan dilakukan untuk memperkenalkan karya-karya tersebut melalui creatif market, art exhibition, community space sampai performing art.

Direktur Seni Pulkamfest 2017, Budi Haryanto mengatakan festival ini ditujukan sebagai ajang silaturahmi yang produktif dan bersinergi antar komunitas-komunitas desa yang berbasis di desa.

“Selayaknya di kota. Di desa juga banyak komunitas-komunitas kreatif. Lewat Pulkamfest ini, kita ingin membuka akses jejaring lebih luas,” kata Budi.

Mengambil satu tema bersama Desa Juga Bisa, festival ditujukan untuk mengkampanyekan bahwa kehidupan desa juga dinamis. Desa adalah medan kreatif banyak warga yang tak hanya terkait dengan pertanian.

Pulkamfest memang berawal dari keresahan. Dia menjelaskan, rakyat di desa seringkali merasa rendah diri jika berhadapan dengan komunitas-komunitas kreatif dari kota. Hal tersebut tumbuh karena adanya stigma bahwa desa terbelakang, terpencil dan jumud.

“Festival ini ingin mendobrak inferioritas itu. Desa juga bisa, dan kita menyiasati memperkenalkan karya ke khalayak luas lewat festival ini,” imbuhnya.

Tinggalkan pesan

Harap menunggu......